Mengenal dan Mengetahui Ciri-ciri Shockbreaker yang Rusak

Ciri-ciri Shockbreaker yang Rusak

Portoindo – Dalam sebuah motor, tentu terdapat beberapa sparepart yang memang sangat berguna dan memiliki fungsi masing-masing. Salah satunya ialah shockbreaker. Komponen ini memiliki fungsi yang amat krusial, di mana memang harus dijaga dengan sangat baik.

Biasanya memang ada periode tertentu kendaraan dalam mengganti komponen ini dan tentunya harus memperhatikan beberapa hal. Selain itu, Anda harus bisa merawatnya dengan baik. Jangan sampai karena memang adanya kelalaian malah membuatnya rusak.

Sebenarnya Apa itu Shockbreaker?

Bagi sebagian orang pasti kurang tau mengenai komponen ini. Hanya sebatas tau namanya saja, tidak dengan fungsinya. Komponen ini sering disebut dengan peredam kejut sebab memang fungsinya ialah untuk meredam hentakan yang terjadi karena energi kinetik.

Hentakan yang dimaksud biasanya disebabkan karena jalanan yang berlubang atau bergelombang. Adanya shockbreaker inilah Anda akan tetap merasa nyaman ketika melewati jalanan tersebut. Guncangan yang dirasakan pun tidak akan berlebihan.

Selain itu, komponen ini juga sangat berperan ketika Anda melewati tikungan. Di mana, keberadaannya justru akan membuat Anda tidak oleng atau sampai membuat jatuh. Tidak heran memang keberadaannya sangat penting dan memang harus dirawat dengan baik.

Untuk bahan pembuatannya, biasanya adalah logam baja. Penggunaan logam baja sendiri dimaksudkan agar komponen tersebut bisa bertahan lama. Selain itu juga komponen ini ada pada bagian depan dan belakang dengan suspensi yang berbeda.

Komponen yang Terdapat Pada Shockbreaker Depan dan Belakang

Komponen pada shockbreaker

Seperti yang sudah disinggung di atas, ada dua jenis shockbreaker, yaitu depan dan belakang. Keduanya memiliki komponen yang berbeda-beda. Adapun komponen yang dimaksudkan di sini ialah:

Komponen yang Ada Pada Shockbreaker Depan

Untuk bagian depan sendiri, ada 9 komponen dengan fungsi yang beragam. Pertama ada silinder garpu yang biasanya berfungsi untuk menampung oli. Selanjutnya ada juga seal oli yang akan melindungi oli agar tidak keluar dari silinder garpu. Kemudian, ada juga seal debu yang berguna untuk mencegah kotoran masuk ke dalam silinder garpu.

Ada juga tabung garpu yang merupakan sekat untuk memisahkannya dari silinder garpu. Kemudian, komponen lain yang bisa ditemukan ialah cincin stopper. Cincin ini mampu untuk menahan oli agar tidak naik ke bagian atas jika tekanan sedang terjadi.

Komponen lain pada shockbreaker bagian dengan ialah baut garpu yang berperan untuk mencegah oli agar tidak keluar. Ada juga pegas reaksi yang sering terlihat pertama kali oleh orang-orang. Pegas inilah yang berfungsi untuk bisa menyerap guncangan ketika sedang melewati medan jalan yang kurang baik.
Terakhir, ada pegas garpu yang turut serta dalam membantu meredam guncangan. Selain itu, pegas garpu juga berfungsi untuk membuat torak tidak bergerak ke bagian atasnya.

Komponen yang Ada Pada Shockbreaker Belakang

Untuk bagian belakang sendiri, ada setidaknya 5 komponen yang harus diketahui. Pertama ada piston road atau shaft yang memiliki fungsi untuk membuat jalur penampang piston beserta dengan dudukannya. Kemudian ada shims dan piston yang bisa digunakan untuk mengatur sirkulasi oli agar bisa menyerap guncangan dengan maksimal.

Komponen shockbreaker selanjutnya ialah spring yang mampu untuk menahan beban, terutama ketika Anda membawa beban berat ketika berkendara. Kemudian, terdapat eye yang berbentuk bulan dengan karet di dalamnya. Karet inilah yang memiliki fungsi untuk masuk ke baut bagian belakang.

Terakhir, ada komponen bernama piggyback. Komponen ini memiliki bentuk tabung yang memang berfungsi untuk menampung oli. Berbagai komponen di atas tentu saja memiliki fungsi yang saling berkaitan. Di mana semuanya komponen tersebut akan menciptakan kenyamanan berkendara.

Alasan Mengapa Shockbreaker Cepat Rusak

alasan Shockbreaker Cepat Rusak

Sama seperti berbagai komponen motor yang lainnya, komponen ini juga bisa mengalami kerusakan. Di mana, tentu saja Anda harus mengetahuinya terlebih dahulu. Adapun beberapa alasan yang bisa membuat komponen ini rusak ialah:

1. Adanya Kotoran

Alasan pertama yang bisa membuat shockbreaker rusak ialah kotoran. Kotoran yang menempel ternyata bisa membuat karet dan piston menjadi rusak. Sehingga, akan menyebabkan kebocoran suspensi. Efeknya sendiri ialah bisa menyebabkan kecelakaan yang amat fatal.

2. Penggunaan Aksesoris

Dewasa ini, sangat mudah ditemukan berbagai motor menggunakan aksesoris tertentu. Memang bisa membuat komponen ini rusak. Seperti misalnya menggunakan adaptor dan peninggi yang justru bisa membuat penggunaan dari komponen ini justru tidak berjalan dengan maksimal dan malah membuatnya mengalami kerusakan.

3. Beban Kerjanya Terlalu Berat

Shockbreaker juga bisa rusak jika beban kerjanya terlalu berat. Di mana misalnya ketika melewati polisi tidur atau jalanan berlubang tidak menurunkan kecepatan motor. Selain itu, bisa juga dikarenakan Anda membawa motor dengan kapasitas orang yang sangat jauh dari batas normal.

4. Usianya Terlalu Lama

Terakhir, kerusakan bisa terjadi karena usianya sudah lama. Perlu diketahui bahwa di dalam komponen ini terdapat oli yang bisa membantu untuk menyerap getaran. Biasanya, semakin lama digunakan, maka olinya akan menjadi berkurang dan membuatnya tidak berfungsi dengan baik.

Beberapa Ciri dari Shockbreaker Motor Mengalami Kerusakan

Ciri Shockbreaker Mengalami Kerusakan

Setelah mengetahui beberapa alasan di atas, tentu Anda juga harus tau bagaimana ciri-cirinya apabila mengalami kerusakan. Dengan mengetahui ciri-ciri ini, Anda bisa mengambil tindakan yang tepat. Adapun berikut ciri-ciri yang perlu diketahui dengan baik.

1. Adanya Kebocoran Pada Oli Motor

Ciri pertama dari shockbreaker yang rusak ialah adanya kebocoran oli. Perlu diketahui bahwa memang komponen ini tidak bisa lepas dari oli untuk bisa meredam getaran. Salah satu ciri jika mengalamu kerusakan sudah pasti adanya kebocoran oli. Kebocoran oli yang terjadi biasanya karena seal oli yang pecah. Sehingga, membuatnya keluar.

2. Kekuatan Pantulan yang Tidak Normal

Ciri selanjutnya bisa dilihat dan dirasakan dari kekuatan pantulan yang tidak normal. Di mana memang hal ini akan membuat kenyamanan berkendara bisa hilang. Pantulan yang tidak normal kadang bisa membuat badan tidak enak.

Pantulan yang tidak normal ini disebabkan oleh menurunnya performa. Biasanya, kekuatan dari peredaman pun akan semakin lemah. Jika sudah seperti ini, Anda harus melakukan pengecekan dan penggantian sesegera mungkin.

3. Ban Belakang yang Tidak Stabil

Kemudian, ciri lain dari rusaknya shockbreaker ialah ban belakang tidak stabil. Maksudnya, ketika sedang menggunakan motor, ban akan terasa bergoyang. Anda harus mewaspadainya sesegera mungkin, sebab jika dibiarkan akan menghadirkan banyak dampak baru.

4. Adanya Suara Hentakan dari Suspensi

Biasanya, ketika komponen ini rusak, maka akan menyebabkan suspensinya tidak bisa bekerja dengan optimal. Tidak heran memang ketika Anda mengendarainya akan menimbulkan suara hentakan gemuruh pada saat melewati jalanan yang sudah tidak rata.

Demikianlah berbagai hal mengenai shockbreaker yang perlu diketahui dengan baik. Jika ternyata mengalami kerusakan harus sesegera mungkin dilakukan penggantian. Sebab memang jika dibiarkan begitu saja akan menimbulkan berbagai dampak lainnya. Dengan mengetahui ciri kerusakan pun, Anda bisa mengatasinya dengan baik. Terimakasih!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *